Cagar Biosfer
19 Okt 2010 | Kirim TemanCagar Biosfer adalah situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerjasama dengan program MAB-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keaneragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan, berdasarkan pada upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan yang handal. Sebagai kawasan yang menggambarkan keselarasan hubungan antara pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan perlindungan lingkungan, melalui kemitraan antara manusia dan alam, cagar biosfer adalah kawasan yang ideal untuk menguji dan mendemonstrasikan pendekatan-pendekatan yang mengarah kepada pembangunan yang berkelanjutan pada tingkat regional.
Zonasi Cagar Biosfer membantu mengakomodasi berbagai bentuk tataguna lahan
Karakteristik Utama Cagar Biosfer:
- Mempunyai pola zonasi untuk konservasi dan pembangunan;
- Memfokuskan pada arah pendekatan berbagai pemangku kepentingan, yang secara khusus menekankan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan;
- Membentuk suatu metode untuk penyelesaian konflik pemanfaatan sumber daya alam melalui dialog;
- Mengintegrasikan keanekaragaman budaya dengan keanekaragaman hayati, terutama mengenai peran pengetahuan tradisional dalam pengelolaan ekosistem;
- Mendemonstrasikan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan hasil penelitian dan diikuti oleh kegiatan pemantauan;
- Merupakan lokasi untuk pendidikan dan pelatihan; dan penting juga,
- Berpartisipasi dalam Jaringan Dunia.
Pengelolaan Terpadu
Cagar Biosfer mempunyai tujuan untuk mewujudkan pengelolaan lahan, perairan tawar, laut dan sumber daya hayati secara terpadu, melalui program perencanaan bioregional, yang mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati ke dalam pembangunan berkelanjutan, yang dapat dicapai melalui pengembangan sistem zonasi tepat. Sistem zonasi ini mencakup: zona inti, kawasan yang dilindungi secara ketat, yang dilindungi oleh zona pengangga yang menekankan aspek konservasi, namun masyarakat diperbolehkan tingal dan bekerja, dan secara keseluruhan kawasan tersebut dikelilingi oleh zona transisi, atau disebut juga wilayah kerjasama, untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan.
Cagar Biosfer berakar kuat dalam konteks budaya, gaya hidup tradisional, pelaksanaan rencana tataguna lahan dan pengetahuan serta kearifan lokal; oleh keran itu Cagar Biosfer memberikan kontribusi dalam memelihara nilai-nilai budaya dan secara bersamaan melestarikan keanekaragaman hayati.
Jaringan Cagar Biosfer Dunia
Jaringan Cagar Biosfer dunia memberikan beberapa contoh terbaik tentang Pendekatan Ekosistem, yang diadopsi oleh Konvensi Keanekaragam Hayati, dan saat ini sedang berjalan. Berikut ini adalah beberapa contoh perbandingan antara prinsip-prinsip utama pendekatan ekosistem dan Strategi Seville, yang mengatur aplikasi konsep cagar Biosfer.
Termasuk Lebih Dari 400 Situs di 94 Negara
Jaringan ini mempromosikan program kemitraan wilayah Utara-Selatan dan Selatan-Selatan dan mewakili suatu media yang unik bagi kerjasama internasional, melalui upaya berbagai pengetahuan, tukar menukar pengalaman dan mempromosikan berbagai kegiatan unggulan. Kegiatan-kegiatan kerjasama dalam bidang penilitian ilmiah, pemantauan global dan pelatihan untuk para pakar harus ditingkatkan.
Cagar Biosfer juga merupakan wahana yang baik sekali untuk program Sekretariat jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), disebut dengan inisiatif “WEHAB†untuk pembangunan berkelanjutan, yang berarti bahwa Cagar Biosfer:
W = Water - air
Memfokuskan pada penelitian dan pengelolaan tentang air dan ekosistem, termasuk sungai-sungai besar.
E = Energy - energi
Adalah merupakan tempat untuk bereksperimen mengenai energi alternatif.
H = Health - kesehatan
Dapat merupakan sumber obat-obatan yang potensial, tetapi lebih penting lagi mempromosikan kesehatan ekosistem dan kesejahteraan manusia;
A = Agriculture - pertanian
Membantu dan mempertahankan galur-galur ternak dan tanaman budidaya yang asli dan lokal;
B = Biodiversity - keanekaragaman hayati
Membangun kekuatan yang tidak ada bandingannya untuk konservasi keanekaragaman hayati melalui jaringan berbagai ekosistem yang secara global representatif.
Man and the Biosphere (MAB) Secretariat Division of Ecological Sciences UNESCO (United Nations Educational, Scientic and Cultural Organization)
1, rue Miollis
75732 Paris Cedex 15, France
email: mab@unesco.org
Sumber: www.dephut.go.id/informasi/phpa/tamnas/cagarbiosfer.htm
Artikel lainnya
- Pantai Baron, Pesona di Pesisir Yogyakarta
- Berwisata Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting
- Soft Treking di Rinjani Mulai Dari Rp.150.000!Tertarik?
- Menapak Puncak Gunung Api Tertinggi
- Diperlukan Kajian Lebih Mendalam “Dampak Aktivitas Penyelaman Terhadap Kelestarian Ekosistem Terumbu Karang di Taman Nasional Bunaken”
- Menilik dari dekat persiapan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menuju Penangkar Kupu-kupu terbesar di Indonesia
- Pesona ‘Bukit Teletubies’ di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
- Bantimurung: Kingdom Of Butterfly
- Keunikan Pulau Satonda
- Petualangan Wisata di Taman Nasional Betung Kerihun (4) DAS Kapuas


















