Depan » Artikel » Artikel Terakhir

Artikel Terakhir

EmailKirim Teman

Taman Nasional Karimunjawa; Tak Sekedar Wisata Bahari

Karimunjawa, sangat dikenal dengan wisata baharinya. Taman Nasional ini terletak di Kabupaten Jepara. Ekosistem terumbu karang perairan Karimunjawa, menjadi daya tarik wisatawan; terumbu karang pantai (fringing reef), penghalang (barrier reef) dan beberapa taka (patch reef). Ekosistem terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa terdiri atas 64 genera karang yang termasuk dalam 14 famili ordo scleractinian dan 3 ordo non sceractinian (Nababan et al, 2010). Sedangkan jenis yang mendominasi ekosistem ini adalah genera Acropora dan Porites. Karakteristik ikan karang di Karimunjawa cukup unik. Keanekaragaman ikan karang yang ditemukan di Karimunjawa merupakan kondisi peralihan antara jenis-jenis ikan karang yang sering ditemukan di perairan Kepulauan Seribu dan di perairan Bali (Marnane et al , 2003). Sampai dengan tahun 2006, secara total jumlah spesies ikan karang yang ditemukan selama survey di seluruh perairan Karimunjawa adalah 353 spesies yang termasuk dalam 117 genus dan 43 famili. Keanekaragaman ini tergolong relatif tinggi jika dibandingkan daerah lain di perairan Pulau Jawa. Secara keseluruhan keseragaman spesies ikan karang bervariasi dari rendah di Tanjung Gelam hingga baik di sisi timur Pulau Sintok.

     Kegiatan alam yang dapat dilakukan di perairan adalah kegiatan pengamatan terumbu karang menggunakan perahu kaca/perahu nelayan, berenang, snorkeling dan diving. Atraksi wisata ini didukung oleh keindahan gugusan terumbu karang yang menyebar di beberapa pulau di kawasan Taman Nasional Karimunjawa hingga kedalam 20 m. Beberapa lokasi yang umum digunakan sebagai daerah wisata bahari adalah perairan Pulau Menjangan Kecil, Cemara Besar, Pulau Tengah. Selain itu kawasan Taman Nasional Karimunjawa masih menyimpan potensi keberadaan kapal tenggelam yang berumur lebih dari 50 tahun sehingga memungkinkan untuk atraksi diving dan petualangan bawah laut.

     Di kepulauan Karimunjawa ditemukan 2 spesies penyu yaitu penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate). Sumaryati et al (2003) menyatakan bahwa terdapat 12 pulau dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa yang merupakan lokasi pendaratan dan peneluran penyu. Diantara pulau-pulau tersebut, Pulau Sintok merupakan tempat bertelur penyu yang paling potensial (2003). Sebagai tindak lanjut sejak tahun 2005, Balai TN Karimunjawa telah mengembangkan tempat penetasan semi alami yang berlokasi di Pulau Menjangan Besar. Sampai saat ini sebanyak 5.887 butir telur telah berhasil ditetaskan. Namun demikian populasi penyu yang ada tetap mendapatkan tekanan yang berasal dari eksploitasi telur dan daging oleh manusia dan degradasi habitat penyu.

     Di kawasan daratan atraksi yang dapat dilakukan antara lain berupa kegiatan hiking, tracking dan camping. Aktivitas camping dapat dilakukan di beberapa pulau di Taman Nasional Karimunjawa antara lain di Pulau Karimunjawa yaitu di Camping Ground Legon Lele. Areal ini juga telah dilengkapi dengan arboretum seluas 1 hektar yang mendukung aktivitas pendidikan. Hiking dapat dilakukan pada jalur Bukit Bendera, Bukit Tengkorak, Bukit Maming dan jalur darat mangrove di Terusan. Kegiatan tracking atau penelusuran hutan mangrove dapat dilakukan di trekking mangrove taman Nasional Karimunjawa yang ada di Pulau Kemujan yang mempunyai panjang sekitar 1500 meter. Selain itu kegiatan yang dapat dilakukan oleh wisatawan adalah berjemur. Aktivitas ini dapat dilakukan di sebelah barat Pulau Menjangan besar dan Kecil. Wisata penelusuran goa dapat dilakukan di goa Sarang di Pulau Parang. Atraksi penyu bertelur di Pulau Sintok dapat dinikmati pada musim bertelur yaitu pada bulan November-Maret. Pemantauan burung, dapat dilakukan di zona perlindungan wilayah daratan, hutan mangrove maupun di Pulau Burung.

     Taman Nasional Karimunjawa juga kaya dengan keanekaragaman burungnya. Ditemukan 54 spesies burung yang tergabung dalam 27 famili, 16 jenis diantaranya merupakan spesies yang dilindungi Undang-Undang. Berbagai jenis burung khas yang dapat dijumpai di Karimunjawa adalah Pergam Ketanjar (Ducula rosaceae), Trocokan (Picnonotus govier var.karimunjawa) dan Betet Karimunjawa (Psitacula alexandri var.karimunjawa). selain itu ditemukan pula sekitar 22 spesies burung air migran yang melintasi kawasan Taman Nasional Karimunjawa.

Musim Kunjungan Terbaik : Mei – November

 

Alamat Pengelola

Balai  Taman Nasional Karimunjawa

Jl. Sinar Waluyo Raya No. 248

Semarang 50723

Telp. 024-76738248, Fax. 024-76738248

Website: tnkarimunjawa.dephut.go.id

Email: btnkj@yahoo.co.id

[teks&foto | ©PJLKKHL |    30092014| triwin&balai TN Karimunjawa]