Depan » Artikel » Artikel Terakhir

Artikel Terakhir

EmailKirim Teman

Mengenal Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau

TWA Laut 17 Pulau berada di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.  Kawasan konservasi ini berada dibawah pengelolaan Resort Riung, Seksi Wilayah Bajawa, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur. Sebenarnya, kawasan konservasi ini secara nomenklatur terdiri dari 24 pulau. Namun karena keindahan dan ke-eksotisannya, hingga dinamakan Tujuh Belas Pulau. Dengan makna, seperti gadis berusia 17 tahun yang sedang tumbuh mekar. Perairan di TWA ini merupakan surga bagi para penyelam. Air lautnya yang tenang dan jernih seperti kristal dengan aneka terumbu karang dan ikan hias yang sangat indah, menjadi daya tarik tersendiri. Pasir putihnya menghampar di sepanjang pantai berpadu indah dengan biru toska air laut. Titik-titik penyelaman di Pulau Roteng dan Pulau Tiga, ramai dikunjungi wisatawan asing. Kedua pulau ini saling berdekatan. Untaian pulau lain yang berdekatan ; Tembang, Tiga, Tembaga, Wire, Taor,Sui. Bentangan pulau yang jauh lebih besar dengan bentuk memanjang dan berstatus Cagar Alam Wolo Tado memeluk untaian pulau-pulau tersebut. Ini yang membuat perairan di kawasan  TWA Laut 17  Pulau, tenang dan teduh.

Kawasan Tujuh BelasPulau  kaya akan ekosistem terumbu karang dan jenis-jenis biota perairan laut. Setidaknya terdapat sekitar 27 jenis karang diantaranya ;Montipora sp, Acropora sp, Lobophylla sp, Platygyra sp, Galaxea sp, Pavites sp, Stylopora sp, Pavona sp, Echynophylla sp dan Echynopora sp. Mamalia laut seperti duyung (Dugong dugon), lumba-lumba dan paus (Physister catodon) serta aneka ikan hias juga mendiami perairan yang teduh ini.

Keunikan hutan kering yang menyelimuti pulau-pulau di kawasan ini, menjadi pembeda pulau-pulau lain di Indonesia. Dengan musim keringnya yang lebih lama, 8 bulan, dibandingkan musim penghujannya, 4 bulan, menjadikan tanah Flores didominasi hutan kering dan savanna. Keunikan ekosistem ini ditandai dengan jenis pohon yang menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Hermawan (2007) menyatakan wilayah Riung merupakan wilayah Karst, salah satu bentuk geodiversity yang menyebabkan Riung memiliki flora dan fauna yang khas. Ekosistem yang kering dengan curah hujan rendah, memungkinkan beberapa jenis pohon tumbuh baik diatas bebatuan.

Selain menyelam atau snorkling dan berjemur, wisatawan dapat menikmati fenomena alam lainnya di Pulau Ontoloe. Menjelang senja, ribuan kelelawar raksasa beterbangan meninggalkan pulau mencari makan di tempat lain. Pemandangan ini sangat menakjubkan terutama saat semburat jingga sang senja menghiasi langit. Kepakan ribuan kelelawar dengan latar belakang langit keemasan, sungguh mengesankan.

Ontoloe juga menjadi habitat bagi sang Kadal Purba, Komodo (Varanus komodoensis). Tak heran, jika sering terdengar jargon warga Riung “Riung Punya Komodo, Komodo Tidak Punya Riung.” Namun, jangan berharap terlalu berharap perjumpaan dengan Komodo di Ontoloe. Berbeda dengan Komodo di Taman Nasional Komodo, di Ontoloe sang kadal raksasa ini sangat sulit untuk dilihat.  Di pulau ini, Komodo takut dengan kehadiran manusia. Komodo-komodo di pulau ini memanfaatkan rumah burung Gosong, untuk menyimpan telur-telurnya.

 Cara mencapai lokasi :

TWAL 17 Pulau dapat dicapai dari kota-kota terdekat seperti Ende, Bajawa, Ruteng, dilanjutkan dengan perjalanan darat. Tersedia banyak travel di kota-kota tersebut. Dari Riung menuju kawasan dapat ditempuh dengan menyewa perahu milik masyarakat.

[teks & foto | ©PJLHK | 14092016 |triwin]