Depan » Artikel » Artikel Terakhir

Artikel Terakhir

EmailKirim Teman

Buku : 50 Tahun Kiprah Kehutanan Membangun Sulawesi Utara

Usia 50 tahun merupakan perjalanan panjang pembangunan sebuah daerah. Provinsi Sulawesi Utara telah melaksanakan pembangunan disemua sektor. Kehutanan telah menjadi salah satu sektor penting dalam dinamika pembangunan Provinsi Sulawesi Utara. Dalam setengah abad perjalannnya, kehutanan telah mempersembahkan berbagai capaian yang dapat dinikmati bersama. Potensi hasil hutan baik kayu dan hasil hutan bukan kayu telah dirasakan manfaatnya oleh semua  lapisan masyarakat. Jasa lingkungan, pariwisata berbasis ekologi, pemberdayaan masyarakat serta penelitian-penelitian dalam bidang kehutanan telah mewarnai perjalanan pembangunan 50 tahun Provinsi Sulawesi Utara. Pemberdayaan masyarakat dan pembangunan KPH menjadi pilihan sektor kehutanan untuk berkiprah dalam pembangunan di masa yang akan datang. Pembangunan KPH dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, menyejahterakan masyarakat disekitar dan di dalam kawasan hutan serta menjaga kelestarian hutan.

Periode panjang pembangunan sektor kehutanan di Provinsi Sulawesi Utara dibagi kedalam 3 (tiga) masa pemerintahan  yaitu 1) Pemerintahan Orde Lama 1964 – 1968, periode ini ditandai dengan lahirnya Undang-undang nomor 5 tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan. Pada zaman ini aktivitas pembangunan kehutanan di daerah masih kurang. 2) Masa Pemerintahan Orde Baru periode 1968-1998, tercatat sebagai masa kejayaan kehutanan, yang dimotori oleh HPH. Sektor kehutanan sebagai penyumbang devisa terbesar kedua setelah migas, dan 3) Masa Pemerintahan Reformasi tahun 1998 – 2014. Pengelolan hutan dan kehutanan memasuki  konservasi dan rehabilitasi. Pada periode tersebut ditandai pula sebagai masa kebangkitan kedua dimana KPH sebagai ujung tombak pembangunan kehutanan. Selain itu masa ini adalah masa emas pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi masyarakat sekitar dan di dalam kawasan hutan secara berkeadilan dan pengelolaan hutan secara lestari.

Sungguh sebuah kebanggaan telah menjadi bagian dari perjalanan peradaban sebuah provinsi, dan menjadi sebuah harapan untuk dapat terus berkiprah pada masa yang akan datang. Kontribusi kehutanan bagi Provinsi Sulawesi Utara juga tidak dapat dilepaskan dari dukungan sumber daya manusia yang semakin handal dan terlatih baik dari unsur pemerintah daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) yang menangani bidang kehutanan, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Kerjasama dan kontribusi perusahaan swasta sebagai stakeholder, akademisi terutama pada bidang kehutanan, pertanian  serta Lembaga Swadaya masyarakat  (LSM) sebagai fasilitator dan mitra kerja instansi pemerintah semakin mengukuhkan kiprah nyata kehutanan dalam pembangunan.

Pada akhirnya marilah semua lapisan masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara memperlakukan dan memanfaatkan sumberdaya alam dengan bijak bestari. Kegiatan rehabilitasi lahan dan konservasi tanah diharapkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, jadikanlah kegiatan menanam menjadi budaya sehingga sumberdaya alam hutan dapat dinikmati sampai anak cucu kita.

Perjalanan 50 tahun bidang kehutanan dalam membangun Sulawesi Utara selama 1964-2014, telah dirangkum dalam sebuah buku bertajuk “Kiprah Kehutanan 50 Tahun Sulawesi Utara”.

[teks&foto | © PJLKKHL | 04122014 | Johaneswiharisno&docpjlkkhl]