Depan » Artikel » Berkunjung Ke Serenggiti Papua

Berkunjung ke Serenggiti Papua

11 Des 2015 | EmailKirim Teman

Papua, pulau yang menyimpan berjuta pesona dan ribuan cerita. Alamnya yang masih perawan dan belum banyak tersentuh tangan manusia membuat pulau ini menjadi incaran peneliti dan wisatawan yang gemar berpetualang di alam bebas.  salah satunya adalah Taman Nasional Wasur. Bagi para peneliti maupun petualang yang menyukai atraksi kehidupan liar, inilah surga yang jarang dicari tandingannya. berkunjung ke tempat ini akan memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Berbagai flora dan fauna eksotik akan banyak ditemui di sepanjang perjalanan.

Sekitar 70 persen dari luas kawasan Taman Nasional berupa savana, sedangkan lainnya berupa hutan rawa, hutan musim, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan rawa sagu yang cukup luas. Kawasan ini merupakan perwakilan lahan basah yang paling luas di Papua bahkan Indonesia, sebagian besar tergenang air selama 4 – 6 bulan dalam setahun. 

Jika kita datang pada bulan September, kita akan mendapatkan pemandangan yang sangat menakjubkan. Bulan September merup[akan peralihan musim kering dan basah. Pada saat itu burung-burung migran akan berdatangan untuk mencari makan dan bermain. pohon bangsia dentata yang dikenal masyarakat lokal sebagai bunga bangkai juga mulai mengeluarkan bunga uniknya yang berwarna kuning. Memasuki bulan Oktober dan November, rawa-rawa menjadi lebih kering, tanah mulai pecah-pecah. Pada saat itulah mamalia seperti kangguru, rusa dan babi hutan akan mencari minum dan berkubang  di Rawa Biru dan Rawa Dogamit . Keanekaragaman hayati yang bernilai tinggi inilah yang menyebabkan kawasan ini sering disebut sister park dengan Taman Nasional Serenggiti di Tanzania, sehingga Taman Nasional Wasur sering dijuluki “Serenggiti Papua”.

Satu lagi yang unik adalah keberadaan rumah rayap yang oleh masyarakat lokal dikenal dengan sebutan Bomi, di bangun oleh koloni Musamus, sejenis rayap endemik di Taman Nasional Wasur. Bomi dibuat menggunakan bahan dasar tanah dicampur dengan rumput kering yang dikenal dengan sebutan Kororou oleh masyarakat lokal, dan air liur sebagai perekatnya. Keistimewaan dari Bomi adalah arsitekturnya yang sudah modern, dimana rancangan ventilasinya yang berupa lorong-lorong, sehingga membuat rayap terlindung dari air hujan. Selain itu desainnya yang berupa candi untuk mengatur jumlah cahaya dan udara yang masuk ke dalamnya. Bomi hanya ditemukan di tempat-tempat tertentu di dunia, Afrika, sebagian Australia dan di Indonesia satu-satunya hanya ada di Taman Nasional Wasur.