Dome Orangutan Terbesar di Dunia Mulai Dibangun
12 Apr 2011 | Kirim TemanDome atau kubah yang dapat menampung 200 orangutan sebagai langkah konservasi akan dibangun di Kulonprogo. Peletakan batu pertama pembangunan dome itu dilakukan oleh Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan RI, Ir Darori MM, Jumat (4/3). Dome orangutan itu akan dibangun di Jogja Orangutan Center di Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih. Jogja Orangutan Center yang dulu bernama Pusat Penyelamatan Satwa Jogja (PPSJ) di bawah payung Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY). Menurut Ketua Dewan Pembina YKAY, GKR Pembayun, dome orangutan terbesar di dunia itu akan dibangun dua tahap. Pada tahap pertama ini akan dibangun dua dome kecil berdiameter 15 meter dan masing-masing bisa menampung sekitar 12 orangutan. Dua dome ini akan difungsikan sebagai kandang introduksi.
Tahap kedua akan dibangun dome besar berdiameter 125 m dengan tinggi 25 m. Dome besar ini bisa menampung 200 orangutan. ”Dome ini nanti diharapkan bisa menjadi rumah terakhir bagi orangutan yang tidak bisa dikembalikan ke habitatnya, karena berbagai faktor. Di antaranya usia yang sudah tua, cacat, atau terkena penyakit. Mereka akan dipelihara dan dirawat berdasarkan prinsip-prinsip animal walfare atau kesejahteraan satwa,” katanya. Dome itu juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang audio visual dan laboratorium. Seluruh aktivitas orangutan di dalam dome juga akan bisa dipantau oleh para pemerhati satwa di seluruh dunia melalui internet, dengan adanya kamera yang aktif selama 24 jam. ”Jogja Orangutan Centre akan menjadi tempat konservasi, tempat penelitian, dan wisata khusus,” kata GKR Pembayun. Sebagai tempat penelitian, nanti Jogja Orangutan Centre juga akan membuka kerja sama dengan perguruan tinggi di Yogyakarta. Penelitian yang berkait dengan orangutan di antaranya tentang genetik, kesehatan, dan perilaku. ”Dengan demikian, Jogja Orangutan Centre selain menjadi sarana wisata satu-satunya di Indonesia dan dunia, juga menjadi ajang penelitian yang menarik bagi perguruan tinggi,” imbuhnya. GKR Pembayun menambahkan, Jogja Orangutan Centre akan fokus sebagai lembaga konservasi yang khusus menyelamatkan orangutan. Namun mungkin saja menerima satwa lain seperti yang dilakukan oleh PPSJ dulu, serta bergerak di lingkup konservasi lain.
Peletakan batu pertama pembangunan dome, selain oleh Dirjen PHKA, juga dilakukan bersama Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo.
Sumber: Suara Kedu Suara Kedu 07 Maret 2011
Berita lainnya
- Warning Bagi Penyelenggara dan Penyelenggaraan Karbon Hutan
- Panduan Ijin Usaha Jasa Wisata Alam
- Wakatobi Jadi Cagar Biosfer Dunia
- Protokol Nagoya “Akses dan Pembagian Keuntungan atas Pemanfaatan Sumber Daya Genetik”
- Komentar Publik terhadap Penyelenggaraan Karbon Hutan
- Menyulap Hutan Konservasi sebagai Taman Wisata Alam
- Rapat Koordinasi Pengusahaan Pariwisata Alam 2012
- Hari Bumi 22 April 2012
- Konsultasi Publik Permenhut Penyelenggaraan Karbon Hutan
- 2nd Indonesia Climate Change Education Forum & Expo













