Endar Progestro, Pemenang Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Tahun 2011
15 Des 2011 | Kirim Teman
Dilahirkan 43 (empat puluh) tiga yang lalu di Desa Klego, Kec. Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, nama Endar Progresto sudah tidak asing bagi warga di sekitar Bukit Wonoputro. Kecintaannya yang mendalam pada alam, diwujudkannya dalam berbagai karya nyata, dan hasil karyanya tersebut saat ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Adalah Bukit Wonoputro yang semula tandus dan gersang, seiring dengan perjuangannya berubah menjadi sebuah bukit yang asri. Sejak tahun 2006, Endar bersama beberapa warga Glagahombo mulai menanami bukit yang tandus tersebut. Kerja keras yang tak mengenal lelah ini, berbuah manis bagi warga. Kandungan air yang kemudian tersedia banyak di bukit, membuat warga tak lagi harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih. Endar tak berhenti disitu, kepeduliannya kepada alam ia tularkan kepada masyarakat di desanya. Endar mengajak kepada warga untuk menghargai,mencintai, melindungi dan peduli kepada lingkungan. Pesan-pesannya yang sederhana ia selipkan saat warga berkumpul seperti pada pertunjukan wayang kulit, hajatan dan kontak radio lokal/radio kumunitas. Generasi mudapun tak luput dari bidikannya. Pesannya ia sampaikan melalui berbagai acara perlombaan/permainan anak-anak, penyuluhan melalui siswa sekolah, kelompok tani maupun organisasi pemuda. Beberapa sepak terjang lain alumni Institut Seni Indonesia, Yogyakarta ini antara lain melakukan penggalangan dana sponsor dan kemitraan, bersama masyarakat Desa Soran, Kec.Ngawen, Kab. Klaten melakukan penanaman 500 batang bibit Kepoh, membentuk kelompok Peduli Lingkungan di areal Waduk Bade (Bade Community), dan lain sebagainya.
Berbagai rintangan seperti pandangan negatif beberapa pihak terhadap upayanya untuk menghijaukan dan melestarikan lingkungan, tidak membuat Endar menyurutkan langkahnya. Bahkan ia semakin terpacu untuk mengajak masyarakat menjaga dan melindungi hasil kerja keras yang telah mereka upayakan bersama. Peraturan “Cagar Desa”, penangkaran rusa pada lahan desa, Kebun Bibit Desa (KBD), adalah bentuk karya lain sang pejuang konservasi. Pantaslah kiranya, perjuangan Endar mendapat apresiasi dari berbagai pihak, seperti menjadi Juara Teladan I Tingkat Nasional Tahun 2010 untuk Kategori Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), Penghargaan Terbaik I Kader Konservasi Lomba PKAN tahun 2011 Propinsi Jawa Tengah, Penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah sebagai Pembina Lingkungan Hidup Tahun 2011.
Pantas pula jika Endar kemudian terpilih sebagai Pemenang Nasional Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Tahun 2011, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung, Ditjen PHKA, Kementerian Kehutanan.
Selamat kepada Endar, semoga perjuanganmu tak berhenti disini dan semoga akan muncul Endar-endar lain di seluruh pelosok negeri ini.
[teks | © PJLKKHL |triwin|15-12-2011]














