Depan » Profil Teladan » Holidin, Pelestari Bunga Bangkai Dari Kepahiang, Bengkulu

HOLIDIN, PELESTARI BUNGA BANGKAI DARI KEPAHIANG, BENGKULU

01 Mar 2012 | EmailKirim Teman

Holidin, sosok sederhana ini terlahir  45 tahun lalu di Bengkulu Selatan dari keluarga petani biasa sebagaimana warga lainnya. Perkenalannya dengan bunga bangkai bermula dari kesehariannya saat Holidin kecil sering diajak ke kebun yang diolah sang ayah. Kebun ini terletak tak jauh dari kawasan hutan yang merupakan habitat Raflesia. Keseharian  Holidin kecil di kebun sang ayah, telah mendekatkannya dengan bunga bangkai yang sering tumbuh dan mekar tak jauh dari kebun. Keakrabannya dengan Raflesia menumbuhkan kecintaan tersendiri bagi Holidin terhadap bunga asli Indonesia ini, hingga dia beranjak dewasa. Keinginan untuk melindungi bunga yang merupakan maskot Propinsi Bengkulu ini berawal dari rasa keprihatinannya atas maraknya pengambilan bunga bangkai dari habitat alamnya, untuk dijual kepada para pemburu bunga langka.

Niat ini mulai dia wujudkan sejak tahun 1998. Apalagi sejak Holidin memiliki sebidang tanah yang berada di Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, tepat di tepi jalan raya Kota Bengkulu-Kepahiang. Di tanah yang dia beli itulah, Holidin mencoba membudidayakan 3 inang bunga bangkai dari jenis Raflesia arnoldii. Ke semua inang tersebut tumbuh dengan baik. Sayang sekali,hasil jerih payah selama lebih dari 10 tahun tersebut belum berhasil. Bunga bangkai itu gagal mekar karena inangnya rusak terinjak babi hutan. Babi menjadi hama utama di tempat penangkaran ini, karena letaknya yang berdekatan dengan habitat babi hutan yaitu Hutan Lindung Bukit Daun. Upaya untuk melindungi bunga bangkai sudah dia lakukan dengan memasang pagar di sekeliling setiap tanaman bunga bangkai. Selain jenis Raflesia Arnoldii, Holidin juga menangkarkan jenis lain seperti  Amorpophallus titanum.

Sejak tahun 2003 sampai dengan 2012 sudah lebih dari 25 bunga bangkai jenis ini yang mekar di penangkaran Holidin. Saat ini, selain tercatat sebagai Kader Konservasi, Holidin juga merupakan koordinator Kelompok Peduli Puspa Langka Tebat Monok Kabupaten Kepahiang. Kelompok ini mewadahi warga yang memiliki visi serupa dengan Holidin yaitu melestarikan bunga bangkai yang menjadi maskot Kota Bengkulu. Walaupun kehidupan sehari-harinya dia lewatkan dengan menjadi petugas kebersihan pada salah satu Sekolah Luar Biasa yang tak jauh dari rumahnya, namun semangat juangnya untuk melestarikan bunga yang menjadi maskot Propinsi Bengkulu, patut mendapat apresiasi. Tamu-tamu yang berkunjung ke tempat penangkaran bunga bangkainya, tidak hanya tamu lokal, namun juga dari berbagai daerah di tanah air bahkan luar negeri. Harapan Holidin ke depan adalah memiliki semacam “homestay” sehingga tamu yang datang akan lebih terjamu dengan baik. Selain itu, Holidin juga memimpikan membuat suatu “mikrohydro”dengan mamanfaatkan sumber air yaitu sungai kecil yang mengelilingi kebunnya. Semoga harapan dan cita-cita luhur Holidin untuk melestarikan bunga bangkai mendapat dukungan riil dari semua pihak.

[teks & Foto PJLKKHL| © TriWin]