Depan » Berita » IJ-REDD » Inisiasi Kerjasama Desa Model Fcp

Inisiasi Kerjasama Desa Model FCP

12 Feb 2016 | EmailKirim Teman

Beberapa pertemuan dan kegiatan kunjungan lapang dilakukan dalam rangka menginisiasi kerjasama dengan desa model yang dibentuk oleh FCP. (1) Pertemuan dengan BKSDA (Bapak Sahat, Ibu Ita) dan Mr. Kuno, pada 17 Februari 2015. Proyek memberikan penjelasan mengenai konsep kegiatan keluaran 3; (2) Pertemuan informal pada 10 Maret 2015 dihadiri oleh: Bapak Karsono, Bapak Henry dan Bapak Hendra (Dinas Kehutanan Provinsi), Bapak Sadewo (Dinas Perkebunan Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Kubu Raya),  Mr. Kuno (FCP) dan Bapak Ronny dan Mr. Tanimoto (IJ-REDD+ Project). Disepakati untuk membuat kegiatan di Desa Limbung dan Teluk Bakung; (3) Kunjungan ke desa Limbund pada 13 Maret 2015; (4) Pertemuan informal pada tanggal 1 dan 6 April untuk berbagi informasi mengenai desa Limbung; dan (5) Kunjungan ke desa Teluk Bakung pada 23 April 2015.

Pertemuan Kedua Komite Teknis

Sebagai amanat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat No. 454/Dishut/2013 tertanggal 19 September 2013 bahwa Komite Teknis memberikan arahan, dukungan teknis dan evaluasi kepada pelaksana proyek, maka pada tanggal 29 Januari 2015 diadakan pertemuan kedua komite teknis bertempat di Hotel Santika, Pontianak. Tujuan utama dalam pertemuan kali ini adalah melaporkan perkembangan kegiatan; memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan pembuatan peta dasar; dan rencana kegiatan untuk keluaran 3.  Dihadiri oleh sekitar 30 anggota komite teknis pertemuan dipimpin Bapak Karsono (Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam) mewakili Bapak Marius Marcellus selaku ketua Komite Teknis dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Cherryta Yunia memberikan kata sambutan pada pertemuan ini selaku manajer Proyek serta Ms. Ichiko Suzuki sebagai perwakilan JICA Indonesia. Setelah presentasi dilanjutkan dengan diskusi yang sangat konstruktif terutama saat terkait pembuatan peta dasar yang dapat menjadi masukan penting untuk pelaksanaan kegiatan proyek selanjutnya.

Kedatangan Tim Mid-Term Review

Tim misi untuk mid-term review mengunjungi kantor Pontianak pada 24 Februari 2015. Tim melakukan anjangsana kepada Sekda Provinsi Kalimantan Barat, dan melakukan wawancara dengan perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi (Bapak Boy, Bapak Henry, Bapak Hendra), BLHD Provinsi (Bapak Adi Yani, Ibu Yenny), BKSDA Kalimantan Barat (Bapak Sustyo), BPKH Pontianak (Bapak Yopie, Bapak Heri, Bapak Sirait, Bapak Kelik), dan Universitas Tanjung Pura (Dr. Gusti Anshari dan Dr. Gusti Hardiansyah).

Studi Penyempurnaan Peta Gambut dan Faktor Penduga Cadangan Karbon di Tanah dan Emisi Gas Rumah Kaca dari Tanah Gambut di Kalimantan Barat

Untuk memperbaiki peta distribusi gambut di 4 kabupaten (Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara dan Ketapang) dan menduga cadangan karbon di tanah serta emisi gas rumah kaca dari tanah gambut, CWPB (Center for Wetland Peoples and Biodiversity) melaksanakan kajian atas nama proyek berdasarkan kontrak selama 7 bulan kegiatan dari September 2014 hingga Maret 2015. CWPB membuat lebih dari 200 titik pengambilan contoh gambut dan sekitar 20 titik survey emisi gas rumah kaca menggunakan metode closed chamber.  Dalam penggunaan alat tersebut CWPB mengundang Prof. Hirano (Hokkaido University), Dr. Takeda (Japan Space Systems) dan Mr. Hirose (Japan Space Systems) untuk memeragakan cara penggunaan Closed chamber pada 20 dan 21 Januari 2015.

Seminar Studi Distribusi Gambut

Pada 4 Februari 2015 CWPB (Center for Wetland Peoples and Biodiversity) didukung oleh Proyek menyelenggarakan seminar “Distribusi dan Pendugaan Cadangan Karbon di Lahan Gambut di Kabupaten Mempawah, Kabupten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Ketapang  bertempat di Universitas Tanjung Pura. Lebih dari 60 orang hadir dalam seminar tersebut berasal dari perwakilan instansi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, LSM, perusahaan dan mahasiswa.

Seminar ini dibagi dalam 2 sesi, yang pertama  mengenai distribusi gambut di Indonesia dan dunia dengan pemateri adalah Mr. Hirose (Japan Space system) yang mempresentasikan distribusi gambut di dunia terutama di Afrika (Uganda dan Zambia), Amerika Selatan (Peru) dan Indonesia. Bapak Kusumo (dari Litbang Kementerian Pertanian) mempresentasikan mengenai metode pemetaan gambut di Indonesia. Pada sesi kedua Prof. Gusti Anshari mempresentasikan hasil dari studi mengenai distribusi gambut di 4 kabupaten berikut hasil penghitungan cadangan karbon.

Studi Mengenai Parapihak dalam Program REDD+ di Kalimantan Barat

Untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi terkini para pihak dalam REDD+ atau RAD-GRK Kalimantan Barat melalui pengumpulan data dan informasi serta dokumen setiap para pihak berdasarkan informasi dasar (struktur, jumlah staff, kebijakan, rencana kerja, peralatan, kegiatan monitoring hutan, dll); melakukan analisa peluang, masalah dan hubungan antar para pihak dalam kegiatan terkait REDD+ atau RAD-GRK;  dan untuk menghimpun informasi  dan  hasil  analisis  sebagai  data  dasar  sebagai  bahan pertimbangan  membangun rencana kerja maka proyek membuat kontrak kegiatan studi dengan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjung Pura. Studi dilaksanakan sejak September 2014 hingga Maret 2015. Para pihak yang diwawancara dalam studi ini beragam, berasal dari instansi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, UPT Kementerian di Kalimantan Barat, Perguruan Tinggi, LSM dan donor. Mereka juga mengadakan FGD yang dilaksanakan pada 28 Februari 2015 di Universitas Tanjung Pura melibatkan 20 peserta dari pemerintah provinsi, pemerintah Kabupaten, dan LSM. Dalam FGD tersebut Dr. Gusti Hardiansyah mempresentasikan hasil dari studi. Beliau menjelaskan hubungan antara “Pengaruh” dan “ Minat” terhadap REDD+ dari setiap institusi.

[teks&foto | ©PJLHK | 12022016 | ij-redd+&tw]