Depan » IJ-REDD » Lokakarya

Lokakarya

11 Des 2015 | EmailKirim Teman

Penyiapan Pengembangan Aktivitas REDD+ di  TNGP

Lokakarya dilaksanakan pada tanggal 22-23 September 2014 di Ketapang. Tujuan lokakarya adalah: Memahami konsep dasar REDD+ dan safeguard; Berbagi perkembangan kegiatan dan rencana aktivitas IJ-REDD+; Mempersiapkan forum untuk pengelolaan kolaborasi yang lebih efektif; dan peningkatan kapasitas staf Balai TNGP sebagai proponen REDD+ di masa mendatang.

Lokakarya dihadiri oleh sekitar 78 peserta dari balai TNGP, LSM, Pemerintah Daerah Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, dan para pihak lainnya.

Selama lokakarya, beberapa topik yang didiskusikan adalah: Pemahaman REDD+ dan Safeguard, Aktivitas balai TNGP terkait REDD+, Isu utama pengelolaan TNGP, Inisiasi forum TNGP dengan anggota perwakilannya

Facilitation Training Series

  • Fasilitasi Training Pertama untuk Generasi Kedua

Balai Taman Nasional Gunung Palung akan menggunakan pendekatan fasilitasi masyarakat sebagai bagian dari pengelolaan kolaboratif taman nasional bersama masyarakat. Pelatihan fasilitasi pertama angkatan kedua dilaksanakan selama 5 hari pada tanggal 25-29 Agustus 2014 di Sukadana yang difasilitasi oleh tim i-i-network.

Peserta terdiri dari 30 orang, terdiri dari 11 staf TNGP, 15 anggota masyarakat (2 orang dari Riam Berasap, 4 orang dari Batu Barat, 3 orang dari Matan Jaya, 5 orang dari Sampurna, 1 orang dari Sejahtera), 2 orang dari Badan PMD Ketapang dan 2 orang staff dinas Kehutanan Kayong Utara.

 

 

  • Pelatihan Fasilitasi Masyarakat kedua untuk Angkatan Kedua (Kelompok Masyarakat)

Pelatihan kedua untuk peserta Angkatan kedua dilakukan pada tanggal 29 Oktober – 1 November.  Peserta yang terlibat adalah 9 perwakilan masyarakat dari 5 desa (Riam Berasap, Sejahtera, Batu Barat, Matan Jaya, Sampurna), pelatih dari i-i Network bersama staf proyek kantor Ketapang memfasilitasi proses pelatihan.

Praktek lapang selanjutnya untuk Arumono-sagashi akan dilakukan di setiap desa target setelah pelatihan.  Rencana aksi untuk praktek akan dipersiapkan dan dilakukan bersama peserta pelatihan dari Balai TNGP sebelum pelatihan ketiga yang akan dilakukan di bulan Januari 2015.

 

  • Pelatihan Tindak Lanjut Ketiga untuk Pelatihan Fasilitasi Masyarakat Angkatan Pertama

Pelatihan tindak lanjut ketiga diikuti oleh 10 peserta TNGP dilakukan pada tanggal 27-28 Agustus 2014 setelah melakukan praktek lapangan mengenai rencana aksi berbasis masyarakat di Desa Sedahan Jaya dan membangun pertemanan di Dusun Tanjung Gunung dan Dusun Melinsum, Desa Sejahtera.

Di akhir September, usulan tim Sedahan Jaya akan dikomunikasikan dengan kepala desa dan LSM lokal (pertemuan para pihak) sebagai aktivitas potensial (bagian dari aktivitas percontohan REDD+) di desa Sedahan Jaya. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, pelaksanaan di desa akan dimulai.

 Pertemuan Parapihak di Desa Sedahan Jaya

Pertemuan Parapihak di Desa Sedahan Jaya dilakukan pada tanggal 14-15 Oktober 2014 sebagai kesempatan untuk berbagi informasi kegiatan antara masyarakat, LSM dan Balai TNGP.  Pertemuan diikuti 26 peserta yang terdiri dari 10 masyarakat, 1 penyuluh dari Kayong Utara, 5 staff LSM (ASRI, Yayasan Palung, RAPI, FFI), 7 staff Balai TNGP dan 6 staff IJ-REDD+.

 

 

 

Survey Lapangan untuk Pengukuran Biomassa di Hutan yang Terdegradasi di TNGP

Dalam rangka mendapatkan informasi mengenai kondisi hutan di lokasi bekas pembalakan (hutan terdegradasi) di hutan rawa dan hutan darat, dilakukan survey lapangan oleh tim konsultan yang didampingi oleh staf TNGP.

Pada bulan September dilakukan survey di 9 plot di sekitar Desa Sedahan Jaya dan Laman Satong, hasil survey kemudian dipresentasikan dan didiskusikan dengan Taman Nasional.

4 staff TNGP mendampingi selama survey berlangsung, selama itu juga diberikan pelatihan teknis mengenai metode survey, pengoperasian GPS sebagai bagian dari kemampuan praktis dalam monitoring hutan. Berdasarkan hasil survey lapangan dan analisisnya, dipertimbangkan untuk melakukan survey lanjutan.  Peta tipe hutan TNGP akan disiapkan hingga Desember 2014.

Kunjungan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia

Pada tanggal 5-7 November 2014, Sekretaris untuk Kehutanan, Perikanan dan Konservasi Alam Kedutaan Besar Jepang Mr. Osamu ISHIUCHI berkesempatan untuk melihat kegiatan IJ-REDD+ Project khususnya pelatihan fasilitasi masyarakat.

Bapak Ishiuchi juga melakukan anjangsana kepada Kepala Balai TNGP, IR. Dadang Wardhana Msc, dan ke Kepala Desa Sedahan Jaya, Bapak Nazanadira sekaligus melihat keadaan desa dan kawasan Taman Nasional yang berdekatan dengan desa. Selain itu juga berkunjung ke kantor FFI-IP wilayah Ketapang dan melihat hutan gambut di daerah Pelang, pusat penyelamatan Satwa Yayasan IAR Indonesia, dan kantor Yayasan ASRI.

Pada kunjungan 3 hari tersebut, Bpk Ishiuchi juga melakukan kegiatan penanaman di lokasi rehabilitasi yang berada di dalam kawasan TNGP.