Depan » Berita » Melalui Hkan 2016, Kementerian Lhk Targetkan Kenaikan 10%...

Melalui HKAN 2016, Kementerian LHK Targetkan Kenaikan 10% Populasi 25 Satwa Endemik Prioritas

15 Agu 2016 | EmailKirim Teman

Minggu (14/8/16), sekitar pukul 06:00 WIB – 09:00 WIB, suasana Car Free Day di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, mendadak riuh dengan munculnya beberapa kepala satwa endemik Indonesia, seperti Badak Jawa, Orang Utan, Harimau Sumatra, Rangkong dan Gajah Sumatra. Kepala-kepala satwa tersebut muncul diantara barisan sekitar 1.200 lebih orang yang berpartisipasi dalam Parade Keanekaragaman Hayati Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2016 yang puncaknya jatuh pada tanggal 10 Agustus. Melalui HKAN yang diperingati semenjak  2009, diharapkan rakyat Indonesia semakin sadar akan pentingnya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia.

 “Mari bersama-sama jaga dan lestarikan keanekaragaman hayati kita. Jangan pernah menyerah sampai keanekaragaman hayati yang kita miliki tidak akan punah,” ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Tachrir Fahoni, dalam sambutannya pada parade tersebut.

 Acara yang diprakarasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagaimana disebutkan dalam press realease, diikuti oleh berbagai unsur seperti pemerintah, mitra LSM, praktisi konservasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga konservasi, swasta dan masyarakat umum.

 Selain Dirjen KSDAE, tampak dalam barisan parade turut serta Tenaga Ahli Menteri LHK, Kelik Wirawan; Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Bambang Dahono Adji;  serta Kepala Subdit Penerapan Konvensi Internasional Dit KKH Ratna Kusuma Sari; dan Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat, Tedi Sutedi.  

 Parade dalam bentuk gerak jalan ini dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat luas akan pentingnya kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Sebagaimana dikatakan oleh Dirjen KSDAE kepada para wartawan pada saat parade.

“Dengan acara seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk ikut berpatisipasi dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kenanekaragaman hayati di Indonesia. Untuk diketahui Indonesia menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang luar biasa,” ujar Tachrir Fathoni.

 Kementerian LHK telah menetapkan 551 kawasan konservasi yang terdiri dari 52 Taman Nasional, 123 unit Taman Wisata Alam (TWA), 73 unit Suaka Margasatwa, 219 unit Cagar Alam, 11 unit Taman Buru dan 47 unit kawasan konservasi berstatus KSA/KPA. Ini merupakan bukti dan bentuk komitmen pemerintah dalam hal ini KLHK untuk menjaga dan mengawasi berbagai ancaman yang terjadi terhadap keanekaragaman hayati Indonesia. Disebutkan Indonesia sendiri merupakan negara megabiodiversitas dengan 17% dari keanekaragaman hayati seluruh dunia ada di Indonesia.

 Dikatakan oleh Tachrir Fathoni, dalam lima tahun kedepan KLHK menargetkan kenaikan 10 persen jumlah populasi 25 satwa endemik yang menjadi prioritas di Indonesia untuk dilestarikan.

 Satwa-satwa prioritas tersebut yaitu Orangutan, Gajah Sumatra, Badak Jawa, Badak Sumatra, Owa Jawa, Bekantan, Komodo, Jalak Bali, Maleo, Elang, Kakatua, Macan Tutul, Rusa,

Harimau Sumatra, Burung Cenderawasih, Banteng Jawa, Kanguru Pohon, Tarsius, Surili, Penyu, Babi Rusa, Celepuk Rinjani, Monyet Hitam dan Julang Sumba.

 “Untuk meningkatkan populasi satwa-satwa endemik Indonesia yang tidak ada duanya didunia tersebut kita akan fokuskan secara langsung baik itu di dalam kawasan konservasi (in situ) maupun ex situ – diluar kawasan konservasi – melalui penangkaran,” ujar Tachrir Fathoni. 

Selain itu Tachrir Fathoni juga mengatakan, jajarannya juga akan meningkatkan kerjasama untuk mewujudkan kawasan ekosistem esensial bagi satwa langka melalui kerjasama dengan pemerintah daerah dan LSM. Kawasan ini nantinya diharapkan selain menjadi wilayah konservasi juga dapat menjadi daerah tujuan wisata khusus atau pilihan dan edukasi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

[teks&foto | ©PJLHK | 15082016 |harley]