Depan » Artikel » Mengenal Obyek Dan Daya Tarik Wisata Alam Taman Nasional...

Mengenal Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam Taman Nasional Wasur (I)

18 Mar 2016 | EmailKirim Teman

Alam Wasur punya dua wajah seiring pergantian musim. Masa transisi terjadi saat September, kala peralihan musim. Rawa yang berlimpah air saat musim hujan, perlahan mengering menyisakan tanah retak dan genangan air di tengah padang.

Bunga-bunga kuning pohon Bansia bermekaran menghiasi rawa menyambut musim panas. Burung-burung air berdatangan mencari makan di air berlumpur. Cuaca yang panas menjadi sejuk lantaran tersapu udara dingin yang berhembus dari Benua Australia.

Pada puncak musim panas, Oktober dan November, Kangguru, Rusa, Babi hutan, dan avifauna mengunjungi rawa dan sungai yang masih berair. Inilah saat tepat mengintip kehidupan satwa liar Papua.

Taman Nasional Wasur adalah lahan basah nan luas, yang menjadi habitat penting bagi burung-burung migran. Saat musim dingin di Australia dan Selandia Baru, naluri menuntun mereka bermigrasi menuju Wasur yang memberi kehangatan dan sumber pakan.

Peristiwa tahunan ini dapat disaksikan antara lain di Rawa Dogamit. Rawa-rawa akan disesaki kawanan burung Trinil pantai, Camar angguk hitam, Undan kacamata, Dara alut jambon, Kirik-kirik australia, Dara laut tengkuk hitam dan Dara laut kecil.

Di sela-sela dominasi vegetasi sabana, tumbuh subur Api-api (Avicennia sp), Tancang (Bruguiera sp), Ketapang (Terminalia sp), dan Kayu putih (Melaleuca sp.). Taman Nasional Wasur menjadi rumah bagi 80 jenis mamalia dan 403 jenis burung,

Pelestarian Wasur selaras dengan nilai-nilai lokal, yang dicuplik menjadi moto Kabupaten Merauke: Izakod Bekai Izakod Kai: Satu Hati Satu Tujuan. Suku-suku lokal memang memegang teguh hukum adat untuk menjaga hubungan masyarakat dengan alam.

Dalam merawat harmoni manusia dengan alam, suku-suku Wasur memiliki tradisi sasi sebagai masa jeda memanfaatkan sumber daya alam. Masa sasi akan diakhiri dengan upacara buka sasi.

Selama prosesi sasi, komunitas suku Zozom, Mayo, Ezam, dan Imoh menjadi saksi pemasangan simbol marga (totem) yang diikat di ujung Tiang Misar. Di bawah Tiang Misar, tujuan sasi diucapkan, semisal larangan memanen ikan di lokasi tertentu dalam jangka waktu tertentu.Burung migran, sarang rayap, berkano, berkuda dan menyakasikan kehidupan masayarakat asli yang masih tradisional adalah daya tarik lain yang tidak akan habis-habisnya untuk dijelajahi. atraksi yang menarik.

Berikut, beberapa obyek wisata yang dapat anda nikmati saat berkunjung ke Taman Nasional Wasur :

Rawa Dogamit

Berada tak jauh dari kota Merauke, 24 km, lahan basah ini merupakan salah satu habitat berbagai jenis burung. Rawa ini menjadi persinggahan burung migranpada musim kemarau (Agustus – Nopember). Pada bulan tersebut, pakan burung cukup melimpah. Saat air surut, gastropoda dan ikan terjebak pada bagian rawa yang tergenang air, sehingga mudah bagi burung-burung untuk mendapatkan makanan. Ratusan burung yang singgah saat kemarau, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengamat burung juga pehobi fotografi.

 Selain itu, wisatawan dapat berkemah di pinggir rawa yang datar, dibawah naungan pohon Bush.

Beberapa jenis burung yang dijumpai di Rawa Dogamit seperti Undang kacamata, Kuntul besar, Kuntul belang, Ibis papua, Elang laut perut putih, dan lain sebagainya.

[teks&foto | ©PJLHK |1803201 |triwin]