Depan » Indonesia-korea Promotion And Investment On Ecotourism

Indonesia-Korea Promotion and Investment on Ecotourism

EmailKirim Teman

Memorandum Saling Pengertian antara The Korea Forest Service of The Republic of Korea dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia Dalam Penguatan Rekreasi Hutan dan Ekowisata di Kawasan Konservasi Hutan di Indonesia. Tujuan dari Memorandum Saling Pengertian ini adalah untuk menguatkan kegiatan rekreasi hutan dan ekowisata di kawasan konservasi hutan di Indonesia.

Memorandum Saling Pengertian |PDF Format

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ruang Lingkup Kerjasama :

  1. Mengembangkan dan menerapkan desain dan rencana induk rekreasi hutan dan ekowisata di Indonesia;
  2. Mengembangkan rekreasi hutan dan ekowisata di Kawasan Konservasi di Indonesia;
  3. Menjajagi pengembangan tujuan baru untuk rekreasi hutan dan ekowisata di Indonesia;
  4. Mencari investasi baru untuk mendukung promosi rekreasi hutan dan ekowisata di Indonesia;
  5. Bertukar informasi kebijakan dan peraturan terkait rekreasi hutan dan ekowisata;
  6. Bertukar keahlian dan pengalaman dalam rekreasi hutan dan ekowisata di Kawasan Konservasi di Indonesia;
  7. Mengembangkan Sister Parks kawasan konservasi hutan di dua negara;
  8. Mengembangkan dan menerapkan rencana aksi untuk meningkatkan mata pencaharian dan kesejahteraan masyarakat lokal;
  9. Membangun kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia bagi para pemangku kepentingan dalam rekreasi hutan dan ekowisata;
  10. Mensosialisasikan program-program untuk mempromosikan rekreasi hutan dan ekowisata melalui seminar, lokakarya, publikasi dan media lainnya; dan
  11. Kegiatan lain yang dapat secara bersama-sama diputuskan oleh Para Pihak.

 

Rencana Kerja Pengembangan Ekowisata dan Konservasi Indonesia-Korea Tahun 2014-2019:

  1. Penyusunan Masterplan pengembangan pariwisata untuk pulau Lombok yang meliputi konektivitas antara TN. Gunung Rinjani dan TWA.  Tunak, TWA. Gunung Tampa, TWA. Bangko-Bangko dan TWA Suranadi;
  2. Pembangunan Pilot Project “Community Based Ecotourism” di TN. Gunung Rinjani yang merupakan penerapan dari Permenhut P.48/Menhut-II/2012 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di SM, TN, Tahura dan TWA;
  3. Peningkatan kapasitas pegawai/ staf kedua negara melalui program Exchange Officer atau penyelenggaraan seminar/workshop bersama. Disamping itu akan dikembangkan program Expert Voluntary untuk penguatan kelembagaan kawasan konservasi;
  4. Pemerintah Korea akan mendesign program pelatihan untuk bidang ekowisata dan konservasi yang akan dilaksanakan di Korea; dan
  5. Promosi dan pemasaran ekowisata melalui pemanfaatan website di kedua institusi.