Depan » Artikel » Papandayan, Sang “panday” Dari Garut

Papandayan, Sang “Panday” dari Garut

10 Mar 2016 | EmailKirim Teman

Gelegar saling bersahutan dari dalam kawah itu sering terdengar oleh masyarakat yang melintasi gunung yang terletak di Kecamatan Cikahuripan, Garut. Suara itu mirip dengan suasana kerja pandai besi, sehingga masyarakat menyebutnya sebagai “Panday” atau pandai besi.  Begitulah asal muasal nama Papandayan. Gunung ini termasuk aktif. Semburan uap panas dari dalam tanah, kolam-kolam yang mendidih menimbulkan suara yang unik. Fenomena alam yang unik tersebut berpadukan bentang alam yang dipenuhi bebatuan berserakan, menciptakan pemandangan luar biasa pada kawah Gunung Papandayan.

Papandayan merupakan kompleks gunung berapi yang masih aktif. Pada kompleks kawah terdapat lubang-lubang magma yang besar maupun kecil, dari lubang-lubang tersebut keluar asap/uap air hingga menimbulkan berbagai macam suara yang unik. Sembuaran uap panas dari dalam tanah, kolam-kolam mendidih dan endapan belerang berwarna kuning, dipadukan dengan bentang alam yang dipenuhi batuan berserakan, menciptakan pemandangan luar biasa pada kawah Gn. Papandayan. Letusan Papandayan pada Nopember 2002 meninggalkan jejak alam yang semakin membuat Papandayan semakin memikat. Kawah-kawah baru yang muncul akibat letusan Papandayan dan runtuhnya dinding kawah Bukit Nagrak, membuat fenomena alam semakin indah. Dinging bukit ini semakin besar disertai warna keemasan yang indah.

Bagi para pendaki, nama Papandayan sangat lekat di telinga mereka. Apalagi bagi pendaki pemula. Trekking menuju kawah Papandayan dapat dikatakan relatif lebih mudah dari pada trekking gunung-gunung lain di Jawa Barat, sehingga cocok bagi para pemula.

Terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, gunung yang berada di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut ini, menjadi salah satu destinasi favorit wisata pendakian, selain Gunung Cikurai dan Gunung Guntur. Akses ke Papandayan termasuk mudah. Dari Terminal Guntur di Garut, perjalanan bisa dilanjutkan dengan jasa angkutan kota menuju Cisurupan dan ojek sepeda motor hingga ke areal parkir Papandayan.

Di kawasan Papandayan terdapat beberapa obyek wisata menarik seperti Blok Pondok Saladah. Areal padang rumput seluas 8 hektar ini berada di ketinggian 2.288 meter di atas permukaan laut. Disini terdapat sumber air, Sungai Cisaladah, yang mengalir sepanjang tahun. Penduduk sekitar Papandayan mengalirkan air Cisaladah ke perkampungan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Bagi para pengunjung, tempat ini cocok untuk berkemah.

Selain itu terdapat sumber air panas yang mengandung belerang yaitu Blok Sumber Air Panas yang berbatasan dengan Blok Cigenah. Udara yang sejuk dan panorama alamnya  yang indah adalah suguhan alam lain yang dapat dinikmati. Namun demikian, tetap diperlukan kehati-hatian karena kondisi topograsi di blok ini cukup curam, berbukit-bukit dengan tebing terjal dan tinggi.

Di kawasan Papandayan terdapat hamparan tanah yang sangat luas (32 hektar), dikenal dengan nama Tegal Alur. Inilah habitat Edelweis (Anaphalis javanica), sang bunga abadi.

Suagi (Vaccinium valium), Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanopsis argentea), Kihujan (Engelhardia scipata), Jamuju (Podocarpus imbricatus), Pasang (Quercus sp), Manglid (Manglieta glauca) adalah beberapa jenis vegetasi yang dominan di kawasan Papandayan. Papandayang merupakan habitat bagi satwa liar seperti Babi hutan (Sus vitatus), Trenggiling (Manis javanica), Kijang (Muntiacus muntjak), Lutung (Trachypitechus auratus) dan beberapa jenis burung seperti: Walik (Treron griccipilla) dan Kutilang (Pycononotus aurigaster).

Alamat Pengelola :

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat

Cisaranten Kidul, Rancasari, Bandung

Website : bbksda-jabar.com

[teks&foto |  ©PJLHK | 10032016 | triwin&pjlhk]