Depan » Berita » IJ-REDD » Pelatihan Fasilitasi Masyarakat Di Tngp Tahap Ketiga

Pelatihan Fasilitasi Masyarakat di TNGP Tahap Ketiga

12 Feb 2016 | EmailKirim Teman

Pelatihan Fasilitasi Masyarakat di TNGP tahap ketiga Angkatan Kedua mengambil tema FALCON (Facilitative Listening in Conversation). Pelatihan ini menghadirkan fasilitator dari i-i-network, yaitu Rie Yamada, Kazuhito Suga dan Elizabeth Rahyu. Hadir juga Wiryawan, S.Hut, M.Ec.Dev; Seno Pramudita, S.Hut, ME.; I Gusti Made Subagiarta dan I Gusti Ketut Suardika dari TNBB sebagai narasumber. Peserta pelatihan adalah 9 fasilitator TNGP dan 9 faslitatior masyarakat dari Desa Batu Barat, Matan Jaya, Riam Berasap,  Sampurna dan Tanjung Gunung.

Pelatihan FALCON diselenggarakan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan pada tanggal  26-27 Januari 2015 di Hotel Mahkota  Kayong,  Sukadana.  Selanjutnya,  di   Matan Jaya,  29-31 Januari 2015 dengan peserta fasiliator dari Matan Jaya dan Sampurna. Sedangkan fasilitator di Batu Barat, Riam Berasap dan Tanjung Gunung mengikuti pelatihan selanjutnya di Riam Berasap tanggal  2-4 Februari 2015.

Pelatihan Fasilitasi Masyarakat di TNGP Tahap Keempat

Rencana Aksi Bersama Masyarakat merupakan topik Pelatihan Fasilaitasi Masyarakat di TNGP tahap keempat. Pelatihan ini selain diikuti oleh 9 fasilitator TNGP angkatan kedua dan 9 fasilitator masyarakat, juga diikuti oleh 8 fasilitator TNGP angkatan pertama. Pelatihan difasilitasi yang diselenggarakan pada tanggal 24-26 Februari 2015 di Hotel Borneo, Ketapang oleh Mr. Makoto Nagahata (i-i-network), Ms. Rie Yamada (i-i-network) dan Bapak Dicko Rossanda (IJ-REDD+).

Hadir pula Drg. Monica dan Miftah Zam Achid dari Yayasan ASRI  yang  memberi masukan kepada peserta pelatihan ketika mereka memaparkan rencana aksi fasilitasi di Batu Barat, Matan Jaya, Melinsum, Riam Berasap, Sedahan Jaya, Sempurna dan Tanjung Gunung.

Kunjungan RECA Project

Delegasi dari Project on Capacity Building for Restoration of Ecosystem in Conservation Areas atau dikenal dengan RECA Project  berkunjung ke Balai Taman Nasional Gunung Palung pada tanggal 12-13 Januari 2015. Delegasi ini terdiri dari Mr. Hideki Miyakawa (Chief Advisor), Bapak Darsono (National Consultant), Bapak Zulfkifli (National Expert) dan Mr. Hiroyuki Saito (Coordinator).

Delegasi proyek yang merupakan kerjasama antara Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan dan JICA memaparkan pengalaman mereka dalam melakukan restorasi kawasan konservasi di TN Bromo Tengger Semeru, TN Gunung Ceremai, TN Gunung Merapi, TN Sembilang dan TN Manupeu Tanah Daru.

Setelah di hari pertama delegasi RECA berbagi pengalaman dengan staf TNGP, pada hari kedua mereka berkunjung ke Melinsum dan Pampang Harapan untuk melihat kawasan mangrove dan ke Pangkal Tapang untuk melihat area bekas kebakaran dan kegiatan rehabilitasi yang dilakukan oleh Yayasan ASRI dan Balai Taman Nasional Gunung Palung.

Pertemuan Forum                              

Pada tanggal 28 Januari 2015, diadakan pertemuan pertama menindaklanjuti komunikasi bersama hasil workshop REDD+ bulan September 2014. Pertemuan turut dihadiri Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc, Direktur PJLKKHL dan Ir. Cherryta Yunia, M.M, Project Manager IJ-REDD+.

Hasil pertemuan tersebut, terbentuklah tim kecil yang akan menindaklanjuti penyusunan statuta dan perangkat organisasi forum menuju status legal formal. Bentuk organisasi diusulkan berupa perkumpulan, dan tim kecil terdiri atas Bapak Bambang, coordinator (TNGP – Kepala Seksi 2), Ibu Rahmawati (FFI), Bapak Edy S. (IJ-REDD+), Bapak Nugroho (Dinas Kehutanan Ketapang), Bapak Ismail (Dinas Kehutanan KKU).

Sejak pertemuan pertama tersebut, telah dilaksanakan empat kali pertemuan lanjutan dengan hasil-hasil sebagai berikut:

- Nama organisasi: Forum Sahabat Gunung Palung

- Visi – misi organisasi

- Isu strategis, ruang lingkup dan perangkat organisasi.

- Draft statuta organisasi

Training dan Survei Biodiversity Bekerjasama dengan LIPI

Training dan survei dilakukan di bagian utara Taman Nasional Gunung Palung di Kubang, Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Propinsi Kalimantan Barat pada tanggal 9-12 Desember 2014. Diikuti oleh 10 peserta dari TN, 3 staf proyek, dan 3 orang dari LIPI yang dibagi menjadi tim burung dan tim ikan. Tim burung menemukan sejumlah 57 jenis dari 27 famili, serta tim ikan menemukan 13 jenis dari tujuh famili. Karena baru pertama kali diadakan survey ikan di Taman Nasional Gunung Palung, semua spesies ikan yang ditemukan kegiatan ini merupakan sebagai catatan baru dari kawasan TNGP.

[teks&foto | ©PJLHK | 12022016 | ij-redd+&tw]