Depan » Berita » Program & Evaluasi Pemanfaatan JL » Pelatihan Penyusunan Proposal Dan Dana Perwalian Bidang...

Pelatihan Penyusunan Proposal Dan Dana Perwalian Bidang Jasa Lingkungan Dan Wisata Alam

09 Des 2011 | EmailKirim Teman

Selama 3 (hari) sejak Minggu 4 Desember 2011 sampai dengan Selasa 6 Desember 2011, sebanyak 34 (tiga puluh empat) peserta mengikuti Pelatihan Penyusunan Proposal Dan Dana Perwalian Bidang Jasa Lingkungan Dan Wisata Alam. Pelatihan diselenggarakan oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung (PJLK2HL) di Cico Resort, Jl. Tumenggung Wiradiredja, Bogor. Pembukaan pelatihan dilakukan oleh  Kasubdit Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Bambang Supriyanto. Peserta pelatihan adalah staf teknis yang menangani bidang jasa lingkungan dan wisata alam, berasal dari 28 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PHKA yaitu Balai Besar/Balai KSDA dan Balai Besar/Balai Taman Nasional, 4 orang dari Direktorat PJLK2HL dan 2 orang dari Setditjen PHKA.

Pelatihan bertujuan untuk memberikan informasi mengenai visi, misi dan program kerjasama lembaga-lembaga negara donor kepada UPT Lingkup Ditjen PHKA sehingga SDM di daerah dapat menyesuaikan substansi project proposal dengan kebijakan dan keinginan pihak donor yang dituju. Hal ini didasari atas pertimbangan bahwa peningkatan kontribusi kehutanan bagi pembangunan nasional perlu dilakukan antara lain melalui optimalisasi pemanfaatan taman nasional sesuai dengan misi konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya di Indonesia. Dalam mencapai tujuan pembangunan kehutanan, perlu dibangun kerjasama dengan multi pihak sehingga kegiatan strategis yang belum terakomodir pendanaannya dapat diupayakan melalui perjanjian kerjasama.

Pada pelatihan tersebut,  materi yang disampaikan kepada para peserta adalah dengan mengambil contoh substansi project proposal International Tropical Timber Organization (ITTO) yang meliputi; (1) Analisis Pemangku Kepentingan (stakeholders), (2) Analisis Masalah dan Tujuan, (3) Penyusunan Logika Kerangka Kerja (Logical Framework), (4) Penyusunan Rencana Kerja (Workplan) dan Penyusunan anggaran (Budget). Selama 3 (tiga) hari para peserta mengikuti proses pembelajaran dengan antusias, baik saat pendalaman materi secara teori maupun praktek dalam kelompok. Panitia berharap agar setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu ; (1) mengidentifikasi dan menganalisa stakeholder, (2) mengidentifikasi permasalahan kunci (3) menyusun proposal dan (4) melakukan monitoring dan evaluasi berdasarkan logical framework.

Selamat kepada para peserta, semoga ilmu yang telah diperoleh dapat ditindaklanjuti  untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan jasa lingkungan di tempat kerja masing-masing.

 

[Teks & Foto | © PJLKKHL | triwin & Dit.PJLK2HL | 9 Desember 2011]