Depan » Berita » Pemanfaatan Jasa Lingkungan » Penandatanganan Arahan Program Kerjasama Antara Balai Tn...

Penandatanganan Arahan Program Kerjasama Antara Balai TN Berbak Dengan ZSL

02 Des 2011 | EmailKirim Teman

Bertempat di Ruang Komodo, Jl.Ir. H. Juanda 15 Bogor, pagi ini Jumát 2 Desember 2011, telah ditandatangani Arahan Program Kerjasama Antara Balai Taman Nasional Berbak dengan The Zoological Society of London (ZSL). Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Balai TN Berbak dan Doly Priatna sebagai wakil dari ZSL, dengan diketahui Direktur PJLK2HL. Hadir pada acara tersebut Kepala Sub Direktorat, Kepala Seksi dan karyawan/karyawati lingkup Dit. PJLK2HL dan perwakilan dari Balai TN Berbak serta ZSL.

Kerjasama adalah dalam bidang pemanfaatan jasa lingkungan yaitu Reduce Emission from Deforestation and Degradation (REDD)+, dalam bentuk program Ïnisiatif Karbon Berbak (IKB).

Arahan program yang ditandatangani merupakan bagian yang tak terpisahkan dari MoU antara kedua belah pihak, yang selanjutnya akan menjadi pijakan dalam pelaksanaan program-program IKB di lapangan.

Dalam implementasinya, kerjasama dilaksanakan dalam kerangka kemitraan yang sejajar.  Pelaksanaan kerjasama REDD+ tersebut didasarkan pada Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) yang telah disyahkan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 September 2011. Perpres tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah RI dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26% dengan usaha sendiri atau mencapai 41% dengan bantuan internasional pada tahun 2020. Target penurunan emisi tersebut, menjadi salah satu program kerja Dit. PJLK2HL yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Dit. PJLK2HL 2009 – 2014.  Di dalam Renstra ditargetkan terwujudnya 2 Demonstration Activities (DA) di hutan gambut konservasi dan pelaksanaan REDD+ di 8 (delapan) lokasi diantaranya di Taman Nasional Meru Betiri, Lore Lindu, Sebangau, Berbak dan Tesso Nilo.

IKB bertujuan untuk mempertahankan keutuhan ekosistem hutan rawa Berbak yang kaya karbon dan biodiversitas. Selain itu juga untuk   memberikan kontribusi terhadap salah satu target RAN GRK di Provinsi Jambi sebesar 1,835 juta ton. Fakta menunjukkan bahwa hutan rawa gambut Berbak menyimpan cadangan karbon yang besar, namun keadaan ini dapat berbalik apabila karbon terlepas ke atmosfir. Selain itu, dengan kekayaan biodiversitasnya seperti Harimau Sumatera, Tapir, burung langka (Mentok Rimba dan Trinil Nordman), menjadikan kawasan ini sebagai ekosistem lahan basah tertua di Indonesia yang terdaftar sejak tahun 1992 pada Konvensi Ramsar. Namun, potensi tersebut menghadapi ancaman tinggi dari deforestasi dan degradasi sebagai akibat dari kegiatan penebangan liar, kebakaran hutan, perambahan hutan, dan lain sebagainya. Rangkaian program IKB diharapkan dan dimaksudkan dapat memperlambat dan menekan ancaman deforestasi dan degradasi terhadap kelestarian kawasan hutan rawa gambut, terutama di Taman Nasional Berbak. IKB juga akan menjadi kegiatan percontohan (DA) pertama di Sumatera.

[teks dan foto |© PJLKKHL | triwin|2-12-2011]