Depan » Berita » Puncak Peringatan Hkan 2016, Taman Nasional Bali Barat

Puncak Peringatan HKAN 2016, Taman Nasional Bali Barat

15 Agu 2016 | EmailKirim Teman

Puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2016, digelar di pantai Karang Sewu, Gilimanuk, Taman Nasional Bali Barat, Rabu 10 Agustus 201. Direktur Jenderal KSDAE, Tachrir Fathoni memimpin jalannya perayaan HKAN 2016 mewakili Menteri LHK dan pada kesempatan tersebut membacakan sambutan Menteri LHK.

Pada puncak perayaan ini, berbagai elemen masyarakat mendapat penghargaan dari Menteri LHK karena kiprah mereka dalam bidang konservasi antara lain penggiat pemanfaatan jasa lingkungan air dan wisata alam, pelestari satwa, pengamanan tumbuhan dan satwa liar, pendidikan konservasi, dll. . Penghargaan juga diberikan kepada para pemenang lomba Foto dan Karya Tulis. Dalam kesempatan ini, Menteri LHK mendapat indukan Jalak Bali hasil penangkaran dari masyarakat. Selain itu, Menteri LHK juga menerima dokumen Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Sebagai Koridor Orangutan di Bentang Alam Wehea-Kelay dari Gubernur Kalimantan Timur. “Ini merupakan hal yang membanggakan dan ntuk pertama kali di Indonesia. Semoga hal ini dapat menjadi contoh bagi propinsi-propinsi lain di Indonesia,” tegas Tachrir Fathoni saat menerima dokumen tersebut.

Peringatan HKAN 2016, diakhiri dengan pelepasan satu burung Kangkareng dan penanaman koral di pantai Karang Sewu, serta pelepasan Rusa Timor di kawasan Taman Nasional Bali Barat.

Sejak ditetapkannya tanggal 10 Agustus sebagai Hari Konservasi Alam Nasional oleh Presiden Republik Indonesia melalui Kepres Nomor 22 Tahun 2009, maka sejak saat itulah tanggal 10 Agustus menjadi momentum yang istimewa karena mempunyai arti penting bagi peningkatan pemahaman mengenai konservasi alam bagi masyarakat ndonesia, khususnya generasi muda. Jambore Nasional Konservasi Alam dilaksanakan untuk menggalang komitmen generasi muda penerus bangsa untuk peduli pada kemajuan konservasi alam, sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Dengan komitmen yang kuat dari generasi muda, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berharap berbagai bentuk implementasi atas konsep konservasi alam, seperti pengelolaan ekosistem dalam kawasan konservasi  dan pelestarian jenis tumbuhan dan satwa liar, termasuk didalamnya pelestarian sumber daya genetik, mendapat dukungan bukan saja dari generasi muda tetapi juga dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, pemerintah daerah,pelaku usaha, maupun masyarakat secara umum.

Upaya-upaya yang dilakukan dalam implementasi konservasi alam, sesungguhnya selain untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, tetapi juga memberikan manfaat kepada bangsa dan masyarak Indonesia. Karena itu, dalam Jambore Nasional Konservasi Alam tahun 2016 ini, mengusung tema: “Konservasi Untuk Masyarakat”.

Sampai Jumpa di HKAN 2017, Salam Lestari!

[teks&foto | ©PJLHK | 15082016 |triwin]