Raker Pengusahaan Pariwisata Alam dan Munas APAI 2011
03 Agu 2011 | Kirim Teman
Sebagai akibat dari kebijakan strategis pengembangan kehutanan yaitu Pembangunan Kehutanan bertumpu pada Pemanfaatan Jasa Lingkungan yang bertujuan mengembangkan Perlindungan Sistem Penyangga Kehidupan, Pengawetan Biodiversity, Capacity Building, dan Pemberdayaan Masyarakat serta pergeseran prinsip dari Timber Management ke Resources Based Management, saat ini banyak masyarakat yang berminat dalam pengusahaan jasa lingkungan terutama pariwisata alam. Dalam hal mengakomodasi masyarakat yang ingin berusaha di bidang pariwisata alam maupun yang sudah menjadi pengusaha pariwisata alam untuk lebih mengetahui cara perijinan, hak dan kewajiban serta mendapatkan jawaban atas permasalahan dibidang pengusahaan pariwisata alam, pada hari Jum’at, 22 Juli 2011, Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkugan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung (PJLKKHL) serta Asosiasi Pariwisata Alam Indonesia (APAI) mengadakan Rapat Kerja Pengusahaan Pariwisata Alam dan Musyawarah Nasional APAI di Bogor.
Raker dipimpin oleh Ir. Sumarto, M.M selaku Direktur PJLKKHL dan Munas dipimpin oleh David Makes selaku Ketua Dewan Pengurus APAI dan dihadiri oleh perwakilan dari 22 UPT-PHKA, 19 Pemegang Ijin Pengusahaan Pariwisata Alam (IUPSWA), 11 Pemegang Persetujuan Prinsip dan 11 Pemohon IUPSWA. Dalam pelaksanaannya Raker dan Munas ini menjadi penting mengingat momentum penyelengaraannya terkait pelaksanaan kebijakan dan strategi terkait paradigma pembangunan kehutanan 2010-2030.
Dengan Raker dan Munas ini tentunya menjadi wahana dan sarana mencari solusi konkrit berdasarkan persoalan-persoalan yang terjadi dalam pengusahaan pariwisata alam untuk mendukung dan meningkatkan potensi ekonomi, ekologi dan sosial budaya di bidang kehutanan. Hasil Raker dan Munas ini tentunya menjadi penting bagi Kementerian Kehutanan dalam menentukan fokus program/kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan kedepan serta APAI untuk kelangsungan usaha dan peningkatan kesejahteraan anggotanya serta masyarakat yang ingin berusaha di bidang pariwisata alam di kawasan konservasi.
Download :
- Hasil Rumusan Raker Pengusahaan Pariwisata Alam dan Munas APAI [81 kb]
- Arahan Teknis Direktur PJLK2HL [2,61 Mb]
Berita lainnya
- Warning Bagi Penyelenggara dan Penyelenggaraan Karbon Hutan
- Panduan Ijin Usaha Jasa Wisata Alam
- Wakatobi Jadi Cagar Biosfer Dunia
- Protokol Nagoya “Akses dan Pembagian Keuntungan atas Pemanfaatan Sumber Daya Genetik”
- Komentar Publik terhadap Penyelenggaraan Karbon Hutan
- Menyulap Hutan Konservasi sebagai Taman Wisata Alam
- Rapat Koordinasi Pengusahaan Pariwisata Alam 2012
- Hari Bumi 22 April 2012
- Konsultasi Publik Permenhut Penyelenggaraan Karbon Hutan
- 2nd Indonesia Climate Change Education Forum & Expo














