Depan » IJ-REDD » Sosialisasi Rad Grk Dan Srap Redd+ Kalimantan Barat

Sosialisasi RAD GRK dan SRAP REDD+ Kalimantan Barat

11 Des 2015 | EmailKirim Teman

Sekretariat POKJA RAD GRK dan Pokja REDD+ Kalimantan Barat bekerjasama dengan IJ-REDD+ Project menyelenggarakan sosialisasi Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca dan Strategi Rencana Aksi Provinsi REDD+ Kalimantan Barat. Sosialisasi dilakukan di Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah.

Kegiatan sosialisasi di hadiri oleh SKPD terkait di masing masing kabupaten, perwakilan swasta dan LSM. Dalam kesempatan ini, juga diserahkan secara simbolis buku SRAP REDD+ Kalimantan Barat kepada Pimpinan masing masing kabupaten.

Beberapa rekomendasi: Kabupaten sebaiknya membentuk pokja REDD+ atau yang semacamnya, Kabupaten perlu penyusun target penurun emisi sesuai dengan rencana pembangunan kabupaten, perlunya peningkatan kapasitas staf teknis kabupaten untuk mendukung rencana aksi penurunan emisi gas rumah kaca kabupaten

 ON JOB TRAINING Alumni GIS Training

Pengetahuan analisis citra satelit dan monitoring tidak dapat berkembang bila minim pengalaman dan praktek lapangan. Seringkali interpertasi Citra Satelit tidak cukup menjelaskan kondisi sesungguhnya dilapangan.

Dan untuk ini diperlukan kunjungan lapangan untuk memastikan dan mencocokan hasil interpretasi ataupun analisis citra satelit yang digunakan.

Pada kesempatan ini, IJ-REDD+ memberikan kesempatan alumni GIS training dan juga staf teknis dinas kehutanan Kubu Raya dan Mempawah untuk belajar sambil bekerja bersama salah satu anggota tim konsultan IJ-REDD+ Project. Ibu Tomoko Furuta. Walaupun hanya sehari, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan tambangan pengetahuan dan pengalaman staf teknis kehutanan dalam melakukan analisis citra satelit. 

 Focus Group Discussion Base Map Making oleh Tim Konsultan

Bertempat di ruang rapat Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat pada 27 Oktober 2014. Dilaksanakan fokus group diskusi dengan tema utama, proses pembuatan peta dasar 4 kabupaten target. FGD ini dihadiri oleh seluruh kepala bidang di lingkungan Dinas kehutanan Provinsi, dan perwakilan dinas kehutanan kabupaten target.

Beberapa Kesimpulan FGD :

  • Sebaiknya peta final untuk masing masing kabupaten dalam skala 1:50.000
  • Pemekaran klasifikasi hutan sekunder menjadi hutan sekunder biomassa tinggi dan hutan sekunder biomassa rendah mendapat apresiasi
  • Peta moratorium gambut hanya menjadi referensi saja, perlu share pengetahuan dan metodologi dengan staf teknis Kalimantan Barat.