Depan » Artikel » Tanjung Keluang, Alternatif Liburan Di Pangkalan Bun,...

Tanjung Keluang, Alternatif Liburan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah

03 Mar 2016 | EmailKirim Teman

Terletak di Kabupaten yang sama, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, taman wisata alam ini memang belum dikenal oleh wisatawan sebagaimana Taman Nasional Tanjung Puting. 

Daya tarik Taman Wisata Alam Tanjung Keluang adalah pantainya yang berbentuk unik.  Dengan panjang sekitar 1,5 kilometer dan lebar 50 meter, dari udara Tanjung Keluang tampak seperti ular atau tongkat pendek yang mengapung di perairan. Pantainya memang tak seberapa panjang. Namun keberadaan pasir putihnya cukup menarik. Daun-daun pohon Cemara laut yang berjajar di tepi pantai, memberi keteduhan saat wisatawan menikmati keindahan pantai. Saat air surut, lebar pantai akan bertambah. Jejak-jejak kehidupan makhluk laut semakin terlihat. Jejak tapak serupa cakar dengan garis meliuk di antaranya adalah milik Biawak monitor. Kadal juga mudah dijumpai. Tak heran, karena di semak-semak banyak belalang bersembunyi, mangsa favorit sang belalang. Selain itu, kepiting pantai juga acap kali terlihat merayap diantara butiran-butiran pantai.

Selain menyusuri pantai, trekking bisa dilakukan ke sisi tengah daratan. Sepatu menjadi perlengkapan wajib, karena daun pandan laut yang berduri serta ranting-ranting keras bisa melukai kaki. Berjalan-jalan di daratan akan menjumpai vegetasi mulai dari rumput, semak dan beberapa jenis pohon seperti Cemata, Kelapa, Bogem hingga Saga.

Semak dan pepohonan tersebut merupakan arena bermain aneka jenis satwa mulai dari serangga, reptil, burung, hingga mamalia kecil seperti Tupai.

Tanjung Keluang merupakan lokasi alam pendaratan Penyu sisik/Penyu paruh elang (Erecmochelys imbricata). Pihak pengelola, BKSDA Kalimantan Tengah, menampung anak-anak penyu (tukik) ke dalam bak-bak berisi air laut. Telur-telur penyu dipindahkan ke bangunan penangkaran untuk di tetaskan dalam bak-bak pasir yang tersedia. Ini, untuk menghindarkan telur-telur dari santapan predator seperti Biawak monitor, elang, dan lain sebagainya. Para pengunjung bosa mengikuti program pelepasan tukik.

Keunikan lain Tanjung Keluang adalah pengunjung dapat menikmati keindahan alam Tanjung Keluang saat matahari terbit dan juga terbenam. Dari sisi pantai yang menghadap ke timur, pengunjung dapat menikmati indahnya matahari terbit. Perairan di sisi ini adalah perairan bebas dari muara yang mengarah langsung ke Laut Jawa. Tak heran, lalu lintas perairannya tak pernah sepi. Kapal-kapal mulai dari kapal kayi berukuran sedang, tug boat penarik batu bara , kapal penumpang hingga tanker pengankut minyak lewat silih berganti. Sebaliknya jika ingin menyesap keindahan matahari terbenam, sisi pantai barat adalah tempat yang tepat.

Selain ekosistem pantai dan darat, aktivitas menarik lain yang dapat dilakukan adalah dengan menjelajah hutan mangrove. Saat ini, pengunjung hanya dapat menikmatinya dari perahu atau speedboat saja. Nipah dan api-api mendominasi kawasan berawa ini. Gerumbulan dedaunan kering nampak melekat di beberapa pohon api-api. Inilah sarang Orangutan. Berbeda dengan Orangutan di Taman Nasional Tanjung Putting, Orangutan di Tanjung Keluang masih liar. Mereka akan pergi saat mendengar suara motor kapal.

Aksesibilitas:

Bandara Iskandar Pangkalan Bun – Kubu (roda dua/kendaraan roda empat sekitar 45 menit).

Kubu – Tanjung Keluang (kapal kayu kecil atau kapal kelotok sekitar 35 menit/ speedoboat sekitar 15 menit)

Alamat Pengelola :

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah

Jl. Yos Sudarsno No. , Palangkaraya

[teks&foto | ©PJLHK | 3032016|triwin&toto]