Depan » Berita » Tari Kembang Girang & Cendrawasih Mengiringi Pembukaan...

Tari Kembang Girang & Cendrawasih Mengiringi Pembukaan Jambore Nasional HKAN 2016

09 Agu 2016 | EmailKirim Teman

Tetabuhan gamelan khas Bali yang dinamis menghentak mengiringi naiknya tiga gadis remaja ke atas panggung membawakan Tari Kembang Girang. Suara kompyang dan gamelan pukulan ibu-ibu Darmawanita TN Bali Barat seakan memberikan semangat seluruh peserta jambore dan tamu undangan yang hadir pada acara pembukaan Jambore Nasional Konservasi Alam, 9 Agustus 2016.

Indah dan memukau. Begitu gerak lentik jemari dan lirikan para penari Kembang Girang yang menggambarkan semangat dan kelincahan anak-anak muda. Semua gerak tubuh penari seakan tidak lepas dari mata kamera para peserta jambore dan tamu undangan.

Tari Kembang Girang secara medley disambung dengan tarian Cendrawasih. Dibawakan oleh dua penari wanita, tarian ini menggambarkan kecantikan dua ekor burung cendrawasih yang sedang bercengkerama. Seperti burung Cendrawasih, dua penari begitu indah mengepakkan selendang sebagai sayapnya. Gerakan dua penari yang rancak dan lincah layaknya burung Cendrawasih yang sedang menari di alam bebas.

Dua tarian yang dibawakan oleh Sanggar Tari Novi, Gilimanuk, menjadi penutup upacara pembukaan Jamnas Konservasi Alam dan sekaligus penyemangat para peserta untuk terus mengikuti rangkaian kegiatan jambore hingga 3 hari ke depan. 

[teks & foto | @PJLHK | 09082016 |harley]