Depan » Berita » Workshop Peringatan Hkan 2017- Part 1

Workshop Peringatan HKAN 2017- Part 1

10 Agu 2017 | EmailKirim Teman

Memasuki hari  ke dua peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2017, semakin banyak acara yang diselenggarakan panitia untuk peserta perayaan HKAN. Salah satunya adalah penyenggaraan workshop bagi peserta jambore konservasi nasional yang mengundang narasumber dari berbagai bidang kegiatan yang terkait dengan konservasi dan kegiatan di alam bebas. Workshop ini dibagi ke dalam 5 kelompok kecil dimana masing-masing kelompok membahas tema yang berbeda dan dilakukan secara paralel; travel writer, fotografi alam, videografi, pengelolaan limbah sampah dan kepemanduan wisata alam. Dalam hal ini, peserta memilih workshop yang diikuti sesuai minatnya. Workshop ini ditujukan agar peserta HKAN 2017 memperoleh bekal dasar sebagai pegiat alam, untuk memiliki keterampilan dalam bidang promosi konservasi alam dan pelayanan pengunjung  wisata alam. Dengan bekal ini, sangat diharapkan agar peserta memanfaatkannya untuk menyebarluaskan isu konservasi alam kepada masrakat luas. Secara umum, workshop berjalan lancar dan semua peserta sangat antusias mengikuti pembelajaran yang disampaikan oleh masing-masing fasilitator.

Travel Writer

Fasilitator : Harley Bayu Sastha (pegiat alam dan penulis beberapa buku) dan Tri Winarni (pengelola Buletin Konservasi Alam, Direktorat PJLHK).

Untuk sesi ini, diikuti sekitar 50 peserta berasal dari perwakilan Balai Taman Nasional/Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Kelompok Pecinta Alam dan Kader Konservasi. Beberapa peserta sudah memiliki pengetahuan teknik dasar menulis dan mempunyai pengalaman menulis. Pada sesi ini fasilitator menyampaikan untuk genre travel writing dengan gaya bahasa yang digunakan adalah populer atau dikenal sebagai feature. Gaya bahasa ini memberikan keleluasaan pada penulis untuk menyampaikan pesannya sebagaimana orang bertutur kata, namun tetap jujur dan dapat dipercaya. Yang perlu diperhatikan adalah pemilihan kata atau diksi, alur tulisan, serta prinsip dasar menulis yang mencakup 5W+1H (who, when, where, what, why dan how). Fasilitator juga membahas langkah-langkah dalam menulis yang terbagi menjadi tiga tahap;

  1. Persiapan sebelum melakukan perjalanan ; melakukan riset baik dari cerita teman, website, perpustakan; menentukan tema utama tulisan dan beberapa sub tema; membuat kerangka tulisan; memastikan bahwa alat tulis, perekam dan kamera dalam kondisi siap untuk digunakan; perlengkapan pribadi sesuai kondisi tempat tujuan
  2. Saat perjalanan; menikmati perjalanan dengan mengoptimalkan semua panca indera; mendapatkan informasi sesuai tema utama dan tema-tema tambahan; memastikan bahwa informasi yang diperoleh adalah benar dan up to date melalui wawancara dengan narasumber yang dapat dipercaya, referensi buku, dll; mengambil foto sebanyak mungkin sebagai pelengkap tulisan. Pada tahap ini, jika kondisi dalam perjalan tidak sesuai harapan maka penulis harus jeli untuk mendapatkan obyek peliputan lain yang menarik
  3. Paska perjalanan; memilah informasi yang relevan dengan tema utama; menulis sesegara mungkin agar tidak lupa; mengedit; memposting tulisan baik melalui medsos pribadi maupun dikirim ke penerbit media cetak/media elektronik

Dengan menulis, fasilitator berharap agar peserta sebagai pegiat konservasi alam, dapat menyebar luaskan isu-isu konservasi kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat semakin memahami aksi-aksi nyata konservasi di lapangan, pada akhirnya mau berpartisipasi aktif dalam melestarikan hutan.

Di akhir acara, peserta mendapat tugas untuk menulis singkat dengan tema HKAN 2017. Dan pada kegiatan fiedtrip yang diselenggarakan usai workshop, peserta diberi tugas untuk menulis singkat tentang perjalan tersebut.

Berikut 6 tulisan terbaik untuk sesi kelas mulai dari urutan tertinggi: Selamet Tamsir (Balai TN Kutai), Indah Sulistyowati (Balai TN Meru Betiri); Brian (BBKSDA Papua Barat), Kartika Listiondari (Balai TN Tesso Nilo), Suparman (Balai TN Tanjung Puting)

Untuk tulisan hasil kegiatan fieldtrip penghargaan disampaikan kepada : Stefanus Luon (Balai TN Kelimutu), Jamal Adam (Kader Konservasi Balai TN Aketajawe Lolobata), Kadek Eka Sastrawan (Balai TN Bali Barat).

 [teks&foto] ©PJLHK | 09102017 |PJPUB]