Depan » Berita » Workshop Peringatan Hkan 2017- Part 2

Workshop Peringatan HKAN 2017- Part 2

10 Agu 2017 | EmailKirim Teman

Fotografi

Fasilitator ; Simon Onggo (Biro Humas Kementerian LHK), Janur Wibisono (Biro Humas Kementerian LHK)

Sebagaimana tulisan, foto merupakan elemen penting untuk promosi konservasi alam yang ditujukan untuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang kawasan konservasi dan isu-isu konservasi. Sehingga pengetahuan masyarakat semakin meningkat, diiringi dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kawasan konservasi. Peserta memperoleh teknik dasar fotografi yang mencakup tiga segi tiga fotografi; aperture (diafragma), speed (kecepatan) dan iso (pencahayaan). Fasilitator juga menjelaskan bahwa untuk memotret satwa, maka seorang fotografer harus mengenali jenis satwa yang difoto.

Apresiasi sesi fotografi diberikan untuk : Agung Flur (BKSDA Jateng), Ari (Mapala SilvaGama) dan Silvi (BKSDA Sulawesi Utara)

Videografi

Fasilitator : Zainal (Trans 7) dan Agusta (JTV Banyuwangi)

Sesi pembuatan videografi menghadirkan fasilitator; Agusta (JTV Banyuwangi) dan Zainal (Trans Media) dengan peserta yang mengikuti sesi ini berjumlah 51 peserta. Acara workshop berjalan dengan seru, antusiasme peserta sangat besar ditunjukkan dengan acara yang berjalan interaktif.

Fasilitator sharing pengalaman masing-masing bagaimana membuat video yang baik. “Karya hebat terkadang berasal dari ide sederhana” ungkap Agusta pada waktu sharing pengalaman tentang lomba Video Kreatif 2017 yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi.Lomba video kreatif tahun ini diikuti oleh 70 Desa di wilayah Kabupaten Banyuwangi yang menampilkan potensi dan budaya daerah masing-masing. “ Gali ide dari potensi yang ada disekitar kita” imbuhnya.

Pada sesi selanjutnya, zainal sebagai narasumber kedua menjelaskan bahwa objek-objek disekitar kita bisa menjadi produk jurnalistik.”Objek tersebut harus unik dan natural seperti satwa yang bergerak, dikarenakan kekuatan dari video adalah objek yang bergerak” jelas zainal. “Yang terakhir dan yang paling penting adalah komunikasikan karya teman teman ke media biar semua orang tahu” tambahnya.

Dengan perkembangan teknologi videografi saat ini, tidak ada alasan bagi penggiat konservasi untuk tidak bekerja secara kreatif untuk kepentingan konservasi alam.

Apresiasi untuk sesi videografi diberikan kepada;  Fadli (BKSDA Sumsel) dan Slamet Aryadi (Balai TN Tanjung Puting)

 [teks&foto] ©PJLHK | 09102017 |PJPUB]